History of Java, Kekunoan dalam Balutan Kekinian(Bahasa Version)

Liputan6.com, Bantul – Sebuah ruangan berbentuk hall, di dindingnya tergambar beberapa gambar realis dengan properti tiga dimensi bernafas kekunoan. Satu keluarga terlihat mengenakan busana adat Jawa Tengah berpose di beberapa spot gambar yang ada di dinding tadi.

Ruang tersebut bukan ruangan di mall atau photobooth di salah satu restoran, namun sebuah ruang edukasi interaktif di sebuah museum di Yogyakarta. History of Java.

“Biasanya anak muda lebih suka konten interaktif di sini,” kata Dimas Rival, salah satu Story Teller di History of Java.

Bangunan gedung museum History of Java berbentuk unik. Namun sebagaimana museum, mendisplay benda benda sejarah sebagai edukasi dan literasi. Benda yang dipamerkanpun bukan benda yang tak menarik, mulai dari patung gerabah penjaga makam dari masa sebelum masehi hingga artefak kerajaan Jawa di masa modern.

Pembedanya adalah alur pengunjung yang sengaja disuguhkan dengan konten bersifat kronologis sehingga mudah difahami. Content caption bukan hanya menuturkan fisik benda, namun juga cerita sejarahnya. Story Teller juga disiapkan untuk mendampingi pengunjung dan menjawab pertanyaan.

Diorama Zone
“Tujuan kami untuk memudahkan pengunjung lebih mengerti kekayaan budaya Indonesia, terutama di pulau Jawa ini,” kata staff Operasional museum, Yenny Dwiwati.

History of Java memfokuskan konten yang ada di museumnya dengan Sejarah dan budaya di Pulau Jawa. Banyak yang mengira bahwa History of Java ini berhubungan dengan buku tulisan Raffles yang memang melegenda dengan judul yang sama.

“Tidak berhubungan. Kami hanya ingin mengambil impresi buku tersebut untuk menghidupkan museum,” kata Yenny.

link asli
https://m.liputan6.com/regional/read/4043694/history-of-java-kekunoan-dalam-balutan-kekinian?utm_source=Mobile&utm_medium=whatsapp&utm_campaign=Share_Top

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *